Tips Parenting untuk Anak Remaja di Dunia Digital

0 130
Anak Remaja di Dunia Digital

Pic by VOAIndonesia

Tips Parenting Untuk Anak Remaja di Dunia Digital - Ivesort.com Akses internet yang amat mudah didapatkan di era digital ini tak hanya memberi dampak ke kalangan orang dewasa saja, tapi juga ke pertumbuhan anak dengan bermunculnya macam-macam portal dan aplikasi. Sudahlah bukan hal yang mengagetkan jika anak-anak usia belia sudah ada yang kecanduan gadget.

Generasi kali ini merupakan generasi yang terus dihadapi dengan beragam jenis iklan dan pemasaran yang kian bermunculan di dunia digital.

Meskipun ada sisi baiknya, tapi hal ini juga bisa mengkhawatirkan bagi orangtua, terutama terhadap isi konten di berbagai portal.

Anak Remaja di Dunia Digital

Menurut laporan dari UNICEF yang berjudul The State of The World’s Children 2017, Children in a Digital World, teknologi digital dianggap telah mengubah dunia dan mengakibatkan semakin banyaknya anak-anak yang berada di lingkungan daring (online). Berikut adalah beberapa fakta penting yang dimuat dalam laporan tersebut:

  • Pengguna Internet.

Kelompok usia yang paling sering terhubung dengan internet berada di 15-24 tahun. Dari semua yang menggunakan internet, diperkirakan 1 dari 3 dari antara mereka adalah anak-anak & remaja di bawah usia 18 tahun.

  • Internet Masih Belum Menjangkau Seluruh Umat.

Di luar itu, 29% atau sama dengan 346 juta orang dari kaum muda di seluruh dunia tidak terhubung dengan internet yang diakibatkan oleh beberapa alasan seperti kurangnya jangkauan internet di daerahnya, kurangnya sarana perangkat (laptop, HP, dll), tingkat buta huruf.

60% dari jumlah orang yang belum online berasal dari benua Afrika, sementara kawasan Eropa menempati peringkat terakhir dengan proporsi orang yang belum terkoneksi dengan internet dengan angka 4% dari total populasinya saja.

  • Pendapat Anak-anak Muda Mengenai Penggunaan Internet

Untuk mengumpulkan data ini, UNICEF melakukan survei ke 63.000 remaja pada usia 13-24 tahun dari 24 negara dan menanyakan 3 pertanyaan yang menjelaskan tanggapan mereka mengenai dunia digital.

“Bagaimana kamu belajar menggunakan internet?”

Hasil: 42% lebih suka belajar sendiri. Sementara 39% belajar dari teman atau saudara (jawaban ini ditemukan paling banyak di negara-negara berkembang).

“Apa yang disukai dari internet?”

Hasil: 40% mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan sekolah atau kesehatan. Ada juga 40% dari anak-anak dari Indonesia, Burundi, dan Brasil yang suka mempelajari hal-hal yang tidak bisa dipelajari di sekolah. Sementara terdapat proporsi kecil sebesar 9% dari kawasan yang lebih dewasa yang membaca tentang politik dan/ atau dapat memperbaiki komunitas.

“Apa yang kamu tidak sukai dari internet?”

Hasil: 23% menjawab kekerasan (perempuan 27%, laki-laki 20%). 33% menjawab konten pornografi yang tidak diinginkan (33% perempuan, 32% laki-laki, kamu muda di negara berpenghasilan tinggi 16%, kaum muda di negara berpenghasilan rendah 42%).

Sebagai orangtua, amatlah bijak untuk bersikap waspada akan adanya dampak negatif dari perkkembangan dunia digital ke anak-anak dan remaja. Anak-anak mengkases internet di usia muda semakin banyak dan menjadikan kulltur kamar tidur (bedroom culture) semakin jadi.

Salah satu cara yang bijak dalam mengantisipasi penyalahgunaan digital bagi remaja yaitu dengan tidak menjadikan media sebagai musuh bagi anak anda, melainkan memperlakukannya sama dengan hal-hal lain yang ada di kehidupan anak anda. Memberi batas limit tentu saja diperbolehkan bila diperlukan. Tujuannya adalah supaya anak anda awas akan konsumsi medianya.

Baca Juga : Industri 4.0: Mengapa Anda Perlu Berkembang di Era Digital

Dalam pemberdayaan teknologi, orangtua juga tidak boleh kalah canggih dan tertinggal akan hal ini. Anda bisa pertimbangkan penggunaan aplikasi dalam metode pembuatan PR anak-anak. Terdapat puluhan ribu aplikasi yang berlabel edukasi sekarang ini. Hal ini akan dapat membantu merubah kegiatan membuat PR yang membosankan jadi lebih interaktif!

Amatlah dianjutkan bagi orangtua untuk selalu hadir bagi setiap anaknya. Waktu yang dihabiskan dalam penggunaan gadget tidak melulu berarti waktu untuk bersendiri. Anda bisa mempertimbangkan untuk melihat dan berinteraksi dengan anak-anak anda saat mereka dengan gadgetnya. Hal ini akan mendorong sosialiasasi dan mempererat tali ikat.

Terakhir, anda juga amat disarankan untuk menjadi role model atau contoh yang baik bagi anak anda. Dimulai dengan mengajarkan kebaikkan dan tatakrama yang baik di jaringan online. Karena pada akhirnya, anak-anak selalu mengikuti hal-hal yang berada di sekitarnya.

Media dan perangkat digital sudah menjadi satu tubuh dengan kehidupan sehari-hari. Manfaat dari perangkat-perangkatnya, kalau dipergunakan secara moderat dan teratur, amatlah besar. Tapi, riset telah menunjukkan bahwa waktu tatap muka dengan keluarga, teman, dan guru memberi banyak peran yang penting dalam pertumbuhannya. Tetaplah menjadikan tatap muka sebagai hal yang utama dan kehilangannya di balik kemajuan teknologi dan media.

Positifnya, internet dapat menggali potensi anak-anak dan remaja, membuka peluang belajar, menciptakan peluang pekerjaan baru, hingga memecah siklus kemiskinan.

Category: Content Placement, Modul Pendidikan, ParentingTags:
author
Ivesort.com Sebuah Blog Portal Berbagai Informasi yang Anda Butuhkan. Selain itu Blog ini juga menyediakan layanan jasa berupa Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Content Placement Minat Menggunakan Jasa Blog Ivesort.com ? Silakan kontak melalui Email : lief.azafa@gmail.com | WA : 0855 464 70 800 | FB : Facebook.com/lief.azafa
    No Response

    Leave a reply "Tips Parenting untuk Anak Remaja di Dunia Digital"