7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Diperhatikan

0 335

Manajemen Keuangan7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Diperhatikan – Ivesort.com Pada umumnya, pengaturan keuangan sering disebut dengan manajemen keuangan. Kegiatan ini meliputi perencanaan, pengoperasian, analisis kegiatan keuangan, serta kontrol atau pengendalian keuangan. Secara garis besar, manajemen keuangan adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan cara memperoleh pendanaan untuk modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, serta mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan anda.

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Diperhatikan

Manajemen keuangan adalah tindakan yang diambil dalam hal menjaga kestabilan keuangan perusahaan. Melaksanakan manajemen keuangan tentu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan prinsip-prinsip yang mendasari manajemen keuangan. Berikut ini adalah 7 prinsip manajemen keuangan yang perlu diperhatikan.

1. Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat dalam individu, kelompok, atau perusahaan untuk menyebutkan bagaimana dana, alat-alat, atau wewenang yang diberikan pihak tertentu. Dan bagaimana dana tersebut digunakan.

Perusahaan harus bisa menyebutkan bagaimana mereka memakai asal dananya dan apa yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pada pihak yang berkepentingan serta penerima manfaat. Semua yang berkepentingan berhak untuk tahu bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

2. Konsistensi (Consistency)

Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu satu ke waktu yang lainnya. Hal ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan pada organisasi atau dibiarkan apa adanya sesuai sistem awal. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu pertanda bahwa terdapat manipulasi dalam pengelolaan keuangan.

3. Kelangsungan Hidup atau Viability

Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat strategi hingga operasional wajib sejalan atau disesuaikan dengan dana yang diterima perusahaan. Kelangsungan hidup (viability) merupakan ukuran tingkat keamanan dan keberlangsungan keuangan organisasi. Manajer organisasi perlu menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan strateginya dan memenuhi kebutuhan keuangan bagi perusahaan itu sendiri.

4. Transparansi (Transparency)

Perusahaan harus menjadi terbuka mengenai pekerjaannya, menyediakan informasi yang berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pihak yang berkepentingan atau memerlukan informasi. Termasuk menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu, serta dapat diakses dengan mudah oleh para manajemen yang berkepentingan dan penerima manfaat. Apabila perusahaan tidak transparan, hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu hal yang disembunyikan.

5. Standar Akuntansi

Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan perusahaan harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku. Dengan begitu, setiap akuntan di seluruh dunia dapat sepaham dan mengerti sistem yang digunakan.

6. Integritas (Integrity)

Pihak yang terlibat wajib memiliki integritas yang baik dalam menjalankan prosesnya. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus ikut dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan yang dilakukan.

7. Pengelolaan

Perusahaan harus mengelola dan menggunakan dana yang telah diperoleh dengan baik dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan sejak awal.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk mengoptimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset pemegang saham.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari:

1. Keputusan Pendanaan

Meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.

2. Keputusan Investasi

Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.

3. Keputusan Pengelolaan Aset

Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi utama Manajemen Keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Planning atau Perencanaan Keuangan, meliputi Perencanaan Arus Kas dan Laba Rugi.
  2. Budgeting atau Anggaran, perencanaan penerimaan dan pengalokasian anggaran biaya secara efisien serta memaksimalkan dana yang dimiliki.
  3. Controlling atau Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan perusahaan.
  4. Auditing atau Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi dan tidak terjadi penyimpangan yang tidak diinginkan.
  5. Reporting atau Pelaporan Keuangan, yaitu laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan dan analisa rasio laporan keuangan.

Manajemen keuangan tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Dalam setiap pengambilan keputusan manajemen keuangan, kita harus selalu memperhatikan resiko yang mungkin bisa terjadi akibat keputusan tersebut. Dalam setiap langkah pasti akan selalu ada resiko yang mungkin terjadi sehingga kita harus selalu waspada agar akibat yang ditimbulkan tidak membawa kerugian besar.

Salah satu keputusan yang bisa menimbulkan resiko adalah perdagangan sekuritas (trading in securities). Kegiatan yang satu ini bisa mendatangkan keuntungan besar namun di sisi lain juga bisa mendatangkan resiko yang besar pula. Oleh karena itu, keputusan ini harus dilakukan dengan matang dengan memperhitungkan semua kemungkinan resiko yang harus ditanggung.

Selain sekuritas perdagangan ada lagi satu contoh kegiatan yang bisa beresiko besar yaitu taruhan olahraga (sports bets). Jelas sekali bahwa kegiatan yang satu ini bisa mengacaukan manajemen keuangan yang sudah kita susun dengan sebaik mungkin. Namun, di sisi lain jika hal ini dilakukan dengan pertimbangan yang matang, bukan tidak mungkin kita bisa merasakan keuntungan yang besar.

Kecermatan menjadi kunci utama dalam melakukan manajemen keuangan. Setelah memahami prinsp dasar manajemen keuangan, anda baru bisa menjalankannya selama anda memiliki ketelitian dan cermat mengambil beragam keputusan.

Semoga bermanfaar artikel mengenai 7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Diperhatikan

Category: Content Placement, PengetahuanTags:
author
Ivesort.com Sebuah Blog Portal Berbagai Informasi yang Anda Butuhkan. Selain itu Blog ini juga menyediakan layanan jasa berupa Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Content Placement Minat Menggunakan Jasa Blog Ivesort.com ? Silakan kontak melalui Email : lief.azafa@gmail.com | WA : 0855 464 70 800 | FB : Facebook.com/lief.azafa
    No Response

    Leave a reply "7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Diperhatikan"