Sudahkah Anda Mem-bully Hari ini?

0 301

bullyingSudahkah Anda Mem-bully Hari ini? – Ivesort.com Masih hangat kasus bullying yang belakangan terjadi di beberapa institusi pendidikan di Indonesia. Meskipun pelaku bullying mendapatkan sanksi berat, tidak serta merta kasus ini berhenti disitu saja. Adanya bullying,apalagi terjadi di tempat yang seharusnya menjadi sarana sosialisasi yang baik menunjukkan adanya ketidakberesan dalam pergaualan anak-anak zaman sekarang.

Sudahkah Anda Mem-bully Hari ini?

Tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri juga marak kasus-kasus bullying. Parahnya lagi, teknologi yang seharusnya digunakan untuk hal-hal yang baik dan bersifat positif malah dijadikan alat bullying hingga muncul istilah cyber bullying. Orang-orang bisa dengan bebas mengatakan apa saja tanpa memikirkan ulang dan mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan dari perkataan mereka yang ditulis di dunia maya. Tulisan-tulisan tersebut juga tergolong lebih ‘berani’ dibandingkan saat mengatakan perihal yang sama langsung.

Keadaan ini mendorong orang-orang semakin merasa depresi, tidak bisa mengontrol emosi, hingga berujung pada bunuh diri. Pengalaman pahit akibata bullying dirasakan oleh Chintya Bolinger yang harus kehilangan cucu perempuan yang sudah ia anggap anak sendiri, Lexi. Ia menemukan jasad Lexi yang sudah terbujur kaku pada pagi hari di musim semi dan membuatnya sangat terpukul.

“Kehilangan Lexi adalah hal terberat dalam hidupku. Aku rasa penyebabnya adalah bullying,” Katanya. Menurutnya, gadis kecilnya yang masih berusia 15 tahun itu terlihat menikmati hidupnya dan punya impian yang besar. Chintya benar-benar buta dan tidak menyadari bahwa Lexi di-bully. Bukti bullying tersebut ia temukan pada akun media sosial milik Lexi. Disana ia menemukan banyak perkataan yang tidak menyenangkan. Sayangnya ia hanya bisa melihat halaman utama karena akun-akunnya dikunci dengan password.

Dr. Ben Spitalnik, seorang dokter anak di kota Savannah memberikan beberapa tips kepada orang tua untuk mencegah anak-anaknya menjadi salah satu korban bullying. Sebagai orang tua, sudah menjadi tanggung jawab untuk menjaga buah hati mereka salah satunya dengan mempunyai akses ke akun sosial media dan isi pesan si anak. Mereka harus bisa memonitor setiap percakapan.Bullyingsama sekalitidak bisa ditoleransi dan pihak kepolisian menyadari hal tersebut.

Yang sering terjadi adalah anak-anak yang aktif di media sosial adalah mengunggah foto atau menulis sesuatu yang bisa menimbulkan pro dan kontra. Kemudian, mereka menyadari hal itu lalu menghapusnya dan mengira masalah sudah selesai. Sebenarnya tidak. Dari sekian banyak orang yang juga menjalin pertemanan dengan anak tersebut akan me-screnshoot unggahannya dan berakhir pada bullying.

Sebenarnya, bullying bukan masalah baru, tapi, sosial media yang membuatnya sulit dikontrol. Setiap anak yang menerima perlakuan agresif dari anak lain di media sosial, maka bisa dikatakan tindakan tersebut sebagai bullying. Anak-anak ini masih dalam fase emosi yang labil dan sebenarnya mental merak belum siap untuk ‘terjun’ ke dunia maya karena yang akan terjadi adalah mereka menjadi stres, depresi, anxiety, dan anger.

“Pada kasus ekstrim, anak-anak tersebut yang sudah tidak tahan akan melakukan bunuh diri atau tindakan ekstrim lainnya yang sebenarnya bisa dicegah,” Lanjutnya.

Pada tahun 2015, Center of Disease Control  mencatat bahwa bunuh diri adalah nomor tiga penyebab kematian pada anak umur 10 tahun. Bunuh diri juga menjadi penyebab kematian nomor dua pada usia 15 – 34 tahun. Peristiwa ini terjadi tidak jauh dari lingkungan sehari-hari dan bisa saja orang yang Anda kenal.

Kebanyakan dari anak-anak yang menerima perlakuan bullying akan menyembunyikan permasalahan tersebut karena khawatir ponsel dan akun mereka akan dihapus dan mereka akan semakin malu. Jalan keluar terbaik adalah orang tua harus bisa terbuka dengan anak-anak dan baik orang tua dan si anak juga tetap punya akses di ponsel dan di media sosial. jangan sampai anak berpikir kalau lebih baik menyembunyikan semuanya daripada bercerita kepada Anda. Ini bisa jadi masalah besar nantinya. Para orang tua memang tidak dibesarkan dengan tren media sosial tapi sudah sepantasnya orang tua belajar untuk mencegah hal terburuk yang bisa saja merenggut nyawa anak.

Selain itu, sudah ada banyak bimbingan dan sekolah parenting yang bisa orang tua ikuti agar bullying tidak menjadi masalah di kehidupan sang anak. Ada banyak juga portal-portal online yang menyediakan berita yang bisa membantu orang tua menjalin komnukasi yang lancar dengan anak seperti portal BreakTime paling up to date. Stop Bullying!

 

Sumber: http://www.wtoc.com/story/35988047/bullying-in-the-digital-age

Category: Content Placement, Iblogmarket, PengetahuanTags:
author
Ivesort.com Sebuah Blog Portal Berbagai Informasi yang Anda Butuhkan. Selain itu Blog ini juga menyediakan layanan jasa berupa Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Content Placement Minat Menggunakan Jasa Blog Ivesort.com ? Silakan kontak melalui Email : lief.azafa@gmail.com | WA : 085 736 329 737 | FB : Facebook.com/lief.azafa
    No Response

    Leave a reply "Sudahkah Anda Mem-bully Hari ini?"